
AgnesSensei.com — Aliran globalisasi telah tak terhentikan ke sebagian besar negara, termasuk Indonesia, dan dengan transformasi cepat ini, respons yang terintegrasi dan komprehensif diperlukan, melibatkan semua pemangku kepentingan dari pemerintah global, sektor publik dan swasta hingga akademisi dan komunitas yang lebih luas.
Di era ini, gereja-gereja harus bersatu dalam menanggapi konteks yang berubah.
Menghadapi tantangan ini, pengajaran di universitas dan perguruan tinggi juga dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan sarjana yang berkualitas untuk generasi mendatang.
Bagaimana dengan pengajaran dan pendidikan Kristen? Sejauh mana perlu atau mampu mengimbangi perubahan global ini? Apakah peran teologi atau lulusan sekolah gereja masih atau akan semakin dibutuhkan?
Penelitian Tindakan Transdisiplin sebagai kebijakan penelitian baru dianggap sebagai salah satu solusi.
Teori argumentatif digunakan untuk memverifikasi apakah penelitian transdisiplin dapat diterapkan dan sejalan dengan pendidikan Kristen/pelayanan pastoral dan apakah pendekatan transdisiplin dapat menjembatani kesenjangan antara ilmu pengetahuan dan pelayanan gereja.
Argumen ini menyimpulkan beberapa alasan dan bukti bahwa penelitian transdisiplin akan meningkatkan kualitas pelayanan pastoral sehingga menjembatani ilmu pengetahuan untuk bertransformasi menjadi pelayanan yang berkualitas.
Dengan demikian, penelitian transdisiplin dapat menjadi jembatan antara teori dan praktik dalam pelayanan gereja.
***
Transdisciplinary Research Bridges the Gap between Science and Pastoral Services
Pengarang : Dorothea Agnes Rampisela
Tanggal terbit : 2020/3/20
Jurnal : Jurnal Jaffray
Jilid : 18
Terbitan : 1
Halaman : 95-105
Deskripsi
The flow of globalization has been unstoppable into most of the countries including Indonesia with this rapid transformation, the response must be integrated and comprehensive, involving all stakeholders from global governments, the public and private sectors to academics and the wider community.
In this era, churches should unite in response to a changing context.
Facing these challenges, teaching in universities and colleges is also demanded to change, including in producing quality scholars for future generations.
What about Christian teaching and education? To what extent is it necessary or able to keep up with this global change? Is the role of theology or church school graduates still or will be increasingly needed? Transdisciplinary Action as new research policy is considered to be one of solution.
The argumentative theory is used to verify whether transdisciplinary research is applicable and in line with Christian/pastoral education and whether the transdisciplinary approachable to bridge the gap of science and the church service.
This argument concluded several reasons and evidence that transdisciplinary research will improve the quality of pastoral service so that it bridges science to transform into quality service.(*)




