“Ibu Rencanakan Kalian ke Jepang… “

Staf Pelangi Study Banding ke Jepang (1)

Oleh : Hajrah Yunus, Staf Pelangi

AgnesSensei.com — Tahun 2007, saya mendapat tugas sekaligus tantangan dari Prof Agnes untuk mengawal survei yang dilaksanakan oleh Pelangi.

Pelangi merupakan non goverment organization (NGO) yang didirikan Prof Agnes bergerak di sejumlah bidang pemberdayaan seperti pertanian, perempuan maupun gizi.

Tersebutlah kala itu survei yang dilakukan bertajuk “Researcher in Baseline Study Phase III for Empowerment of Water Users Association Project Model Area Bajeng Sub-District, Gowa District cooperation JICA WUA (Water User Association) – NGO Pelang. Implementasi  Maret 2006 – Maret 2007.

Pada periode tersebut, tim Pelangi terbagi dua, sebagian berkantor di JICA WUA dan sebagian di kantor Pelangi di Jl Adhyaksa, Makassar.

Segala bentuk tanggung jawab pelaporan adalah tugas dan tanggung jawab saya, baik kepada founding (JICA) terlebih kepada Direktur, Ibu Agnes. Kami memang dibiasakan untuk menyapa Prof Agnes dengan sapaan “Ibu” saja.

Waktu itu, Ibu Agnes sedang tinggal di Jepang untuk beberapa bulan menjadi utusan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan riset kerja sama dengan  Kyoto Universty.

Berkat kerja keras tim Pelangi dan arahan direktur dari jarak jauh sehingga semua rangkaian kegiatan sampai pelaporan dapat saya kawal dengan baik.

Pelaporan ke JICA dapat diterima dan direktur juga sangat lega serta memberi apresiasi kepada tim, utama yang berhasl menyelesaikan tugas dengan baik.

Apalagi waktu itu Ibu Agnes sedang tidak berada di Indonesia.

Tantangan pada saat itu pada komunikasi yang tak lancar dan koordinasi yang terbatas karena teknologi digital dan smartphone kala itu belum memadai dan masih menjadi barang mahal.

Fax, SMS, email masih sulit karena jaringan internet yang terbatas, sehingga seringkali ada keputusan di lapangan/kantor saya eksekusi sendiri.

Tentunya selagi saya menganggap keputusan yang diambil tidak merugikan tujuan proyek dan sesuai logframe yang telah digodok bersama.

Hingga tiba suatu waktu, Ibu Agnes menelepon menanyakan kondisi keuangan Pelangi beserta kegiatan pasca baseline survey selesai.

“Hajrah…….. berapa sekarang isi kas Pelangi, coba kamu hitung baik, keluarkan memang mi semua biaya operasional dan salary. Ibu punya rencana kalian ke Jepang study banding melihat pengelolaan irigasi sekalian apresiasi dari ibu/Pelangi atas hasil kerja kalian,” ujarnya dari balik telepon.

Dari rencana itu, diputuskanlah empat staf akan berangkat, salah seorangnya adalah saya sendiri. Alhamdulillah, detik itu tetiba Jepang membayangi semua pandangan. (Bersambung/*)

*) Pinrang, 23 Agustus 2025

Leave a Reply