
AgnesSensei.com — Kelompok rentan dalam masyarakat yang hidup dalam kemiskinan di negara berkembang sangat bergantung pada sumber daya alam terbarukan untuk mata pencaharian dan kehidupan sehari-hari mereka.
Pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan kelompok rentan, dan membangun ketahanan terhadap guncangan merupakan tantangan global.
Studi ini menganalisis hasil dari berbagai inovasi otonom oleh masyarakat sendiri serta faktor pendukung inovasi tersebut di komunitas negara berkembang.
Analisis terhadap 20 inovasi otonom dari enam negara mengungkapkan bahwa inovasi-inovasi ini menghasilkan capaian yang secara bersamaan meningkatkan berbagai indikator kesejahteraan manusia.
Termasuk ‘kebutuhan dasar untuk hidup layak’, ‘keamanan’, ‘kesehatan’, dan ‘hubungan sosial yang baik’.
Proses mempromosikan nilai-nilai publik, seperti pendidikan, peningkatan kesehatan, dan konservasi lanskap sebagai produk sampingan dari aksi kolektif, merupakan faktor penting yang mendukung inovasi-inovasi ini, begitu pula sikap proaktif para inovator terhadap peningkatan berkelanjutan.
Nilai-nilai publik dan jasa ekosistem pendukung ditekankan sejak tahap awal aksi kolektif untuk mewujudkan sinergi menuju pengelolaan sumber daya alam terpadu.
Penting juga untuk mewujudkan kondisi di mana aksi kolektif dapat dilakukan secara otonom dan adaptif.
Hasil ini menunjukkan potensi besar inovasi otonom yang muncul di antara kelompok sosial rentan serta mekanisme penting untuk mendorong inovasi otonom dalam transformasi sistem sosial-ekologis menuju masa depan yang berkelanjutan.(*)
***
Autonomous innovations in the rural communities of developing countries I—A narrative analysis of innovations and synergies for integrated natural resource management
Pengarang : Hidetomo Tajima, Tetsu Sato, Shion Takemura, Juri Hori, Mitsutaku Makino, Dorothea Agnes Rampisela, Motoko Shimagami, John Banana Matewere, Brighten Ndawala
Tanggal terbit : 2022/9/16
Jurnal : Sustainability
Jilid : 14
Terbitan : 18
Halaman : 1659
Penerbit : MDPI
Deskripsi :
Vulnerable sectors of the population living in poverty in developing countries are highly dependent on renewable natural resources for their livelihoods and daily lives. Sustainable resource management, improving the well-being of vulnerable people, and building resilience to shocks are global challenges. This study analyzed the outcomes of various autonomous innovations by the people themselves and the enablers of these innovations in the communities of developing countries. This analysis of 20 autonomous innovations from six countries revealed that these innovations produced outcomes that simultaneously improved multiple indicators of human well-being, including “basic materials for a good life”, “safety”, “health”, and “good social relations”. The process of promoting public values, such as education, health improvement, and landscape conservation as a by-product of collective actions was an important enabler of these innovations, as well as the innovator’s proactive attitude toward continuous improvement. Public values and supporting ecosystem services were emphasized from the early stages of collective actions, to realize synergies toward integrated natural resource management. It is also important to achieve conditions in which collective actions could be practiced autonomously and adaptively. These results revealed the great potential of autonomous innovations emerging among socially vulnerable groups and the important mechanisms for promoting autonomous innovations for the transformation of social-ecological systems toward sustainable futures.
Selengkapnya :




