
AgnesSensei.com — Diduga bahwa penguapan dari vegetasi dengan pasokan air yang tidak terbatas terutama dikendalikan oleh faktor meteorologi.
Bukti terbaru menunjukkan bahwa penguapan dipengaruhi oleh lebih banyak faktor daripada yang diperkirakan sebelumnya, khususnya pada hutan yang memiliki karakteristik khusus.
Model PENMAN–MONTEITH, meskipun secara teoritis mampu memberikan estimasi yang akurat terhadap kehilangan penguapan dari tanaman apa pun, jarang digunakan.
Biasanya bukan karena kelangkaan data meteorologi yang diperlukan — yang kini semakin banyak tersedia dari stasiun cuaca otomatis yang andal — melainkan karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai resistensi aerodinamik dan permukaan tanaman.
Dalam penelitian ini, resistensi aerodinamik dan kanopi diprediksi menggunakan laju rata-rata jangka panjang dari transpirasi dan laju evapotranspirasi dengan Neraca Air sebagai data standar.
Kelayakan penerapan model PENMAN–MONTEITH dalam memperkirakan laju evapotranspirasi pada daerah aliran sungai berhutan juga dibahas dan dibandingkan dengan model lain yang umum digunakan di Jepang.
***
Application of the Penman-Monteith model to the estimation of the evapotranspiration rate of a forested watershed
Pengarang : Dorothea Agnes RAMPISELA, Masakazu Suzuki, Yoshihiro Fukushima
Tanggal terbit : 1990/1/1
Jurnal : Journal of the Japanese Forestry Society
Jilid : 72
Terbitan : 1
Halaman : 1-10
Penerbit : THE JAPANESE FORESTRY SOCIETY
Deskripsi :
It was presumed that evaporation from vegetation with an unlimited water supply is controlled primarily by meteorological factors. Recent evidence has shown that evaporation is affected by many more factors than was previously thought, especially for a forest which has special characteristics. The PENMAN-MONTEITH model, although theoretically capable of giving accurate estimates of evaporation loss from any crop, is seldom used. Usually this is not because of a scarcity of the necessary meteorological data, which is becoming increasingly available from reliable automatic weather stations, but because of the lack of information and knowledge of crop aerodynamic and surface resistances. In this study, the aerodynamic and canopy resistances were predicted using the long-term average rate of transpiration and the evapotranspira tion rate with the Water-Budget as standard data. The applicability of the PENMAN-MONTEITH model in estimating the evapotranspiration rate of a forested watershed also is discussed and compared with other commonly used models in Japan.
Selengkapnya :




