Penilaian Kapasitas Lingkungan untuk Pengembangan di Wilayah Mamminasata, Indonesia, Berdasarkan Sensus Regional dan Tutupan Lahan

AgnesSensei.com — Kapasitas lingkungan hidup merupakan konsep sentral dalam pembangunan berkelanjutan yang telah diterapkan dalam program perencanaan spasial oleh Pemerintah Indonesia.

Program-program ini berfokus pada kebutuhan penduduk berdasarkan kondisi yang ada dan proyeksi pertumbuhan penduduk.

Penelitian ini memprediksi kapasitas lingkungan hidup masa depan di wilayah yang disebut Mamminasata (Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa/Sungguminasa, dan Kabupaten Takalar) hingga tahun 2031 melalui perhitungan statistik.

Data sensus dari lembaga pemerintah daerah dan data prediksi tutupan lahan dari penelitian sebelumnya digunakan.

Hasil masing-masing untuk kapasitas demografi, hunian, dan fungsi lindung pada tahun 2031 adalah 0,104 (baik), 6,297 (baik), dan 0,520 (baik namun memerlukan perhatian untuk mencegah penurunan lebih lanjut).

Proyeksi kapasitas lahan pertanian pada tahun 2031 akan menyisakan sekitar 45% dari lahan pertanian yang saat ini digunakan untuk tanaman pangan.

Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan rencana pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

***

Assessment of future environmental carrying capacity in the Mamminasata area, Indonesia, derived from regional census and land cover

Pengarang : Andi Muhammad Yasser Hakim, Sumbangan Baja, Dorothea Agnes Rampisela, Samsu Arif, Masayuki Matsuoka, Iwan Ridwansyah

Tanggal terbit : 2023/9/3
Jurnal : International Journal of Environmental Studies
Jilid : 80
Terbitan :5
Halaman : 1417-1434
Penerbit : Routledge

Deskripsi
Environmental carrying capacity is central to the sustainable development concept that has been applied in spatial planning programs by the Government of Indonesia. These programs focus on population needs based on existing conditions and projected population growth. This study predicted the future environmental carrying capacity of the region called Mamminasata (Makassar City, Maros, Sungguminasa and Takalar Regencies) to 2031 through statistical calculation. Census data from local government agencies and land cover prediction data from previous studies were used. The respective results for demographic, residential, and protected function carrying capacities by 2031 were 0.104 (good), 6.297 (good), and 0.520 (good but requiring attention to prevent further decline). Projected agricultural carrying capacity in 2031 would leave about 45% of the agricultural land now used for food crops. The results. (*)

Selengkapnya

https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/00207233.2023.2204001

Leave a Reply